<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Schatzran's Weblog</title>
	<atom:link href="http://schatzran.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://schatzran.wordpress.com</link>
	<description>sanguinis bangetz</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2008 10:02:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='schatzran.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/39d3f0df00171a5ae7e454680cdd68a2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Schatzran's Weblog</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://schatzran.wordpress.com/osd.xml" title="Schatzran&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://schatzran.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>13 sifat laki-laki yang tidak disukai perempuan</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/12/05/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai-perempuan/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/12/05/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 09:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sifat cwo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/2008/12/05/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai-perempuan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: DR. Amir Faishol Fath Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=63&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: DR. Amir Faishol Fath</p>
<p>Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.<span id="more-63"></span></p>
<p>Pertama, Tidak Punya Visi</p>
<p>Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.</p>
<p>Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”</p>
<p>Kedua, Kasar</p>
<p>Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.</p>
<p>Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.</p>
<p>Ketiga, Sombong</p>
<p>Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.</p>
<p>Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.</p>
<p>Keempat, Tertutup</p>
<p>Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.</p>
<p>Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.</p>
<p>Kelima, Plinplan</p>
<p>Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).</p>
<p>Keenam, Pembohong</p>
<p>Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.</p>
<p>Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.</p>
<p>Ketujuh, Cengeng</p>
<p>Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.</p>
<p>Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.</p>
<p>Kedelapan, Pengecut</p>
<p>Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.</p>
<p>Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.</p>
<p>Kesembilan, Pemalas</p>
<p>Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.</p>
<p>Kesepuluh, Cuek Pada Anak</p>
<p>Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.</p>
<p>Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.</p>
<p>Kesebelas, Menang Sendiri</p>
<p>Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.</p>
<p>Keduabelas, Jarang Komunikasi</p>
<p>Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.</p>
<p>Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.</p>
<p>Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum</p>
<p>Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: sifat cwo <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=63&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/12/05/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Announcement</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/12/03/announcement/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/12/03/announcement/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 03:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[daging sapi]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[jualan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[mau bikin iklan nih&#8230; -&#62;&#62;Buat kamu-kamu, or temen-temen kamu, or sodara-sodara kamu, or tetangga-tetangga kamu.. yang mau beli daging, tulang iga, atau ati sapi buat acara2 tertentu seperti resepsi pernikahan, khitanan, lebaran ataupun untuk berdagang di warteg, kantin, catering or rumah makan apapun bisa pezen sama ane,, dengan harga sebagai berikut : daging sapi : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=61&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong>mau bikin iklan nih&#8230;</strong></span></p>
<p>-&gt;&gt;Buat kamu-kamu, or temen-temen kamu, or sodara-sodara kamu, or tetangga-tetangga kamu.. yang mau beli daging, tulang iga, atau ati sapi buat acara2 tertentu seperti resepsi pernikahan, khitanan, lebaran ataupun untuk berdagang di warteg, kantin, catering or rumah makan apapun bisa pezen sama ane,, dengan harga sebagai berikut :</p>
<p><span style="color:#ff0000;">daging sapi : Rp. 45000 &#8211; Rp. 65000 / kg (tergantung jenis dan kualitas daging)<br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Tulang iga : Rp. 22000 / kg<br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">hati Sapi : Rp. 33000 / kg</span></p>
<p>-&gt;&gt;Delivery <span style="color:#00ff00;">gratis</span>:</p>
<p>untuk wilayah JABOTABEK dengan pemesanan minimal 20 kg</p>
<p>untuk wilayah Bogor dengan pemesanan minimal 5 kg,,kecuali yang rumahnya deket ama rumah ane mau pezen berapa aja pasti dianterin.. <span style="color:#993366;">service 24 jam..</span></p>
<p>-&gt;&gt;<span style="color:#ff0000;"> DP 50%</span></p>
<p>-&gt;&gt;dijamin asli daging sapi, berkualitas dan murah (bukan gelonggongan),,sudah dalam proses pemeriksaan <span style="color:#3366ff;">IPB</span>..</p>
<p>-&gt;&gt;yang berminat silahkan hubungi ane di nomor hp ane (untuk anak2 BEC grade 11 bisa diliat di email kalian) dan untuk umum bisa mengirim nomor kamu yang bisa saya hubungi ke alamat <span style="color:#00ccff;">konayukichan@gmail.com</span></p>
<p>thanks</p>
<br />Posted in pengumuman Tagged: daging sapi, iklan, jualan, pengumuman <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=61&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/12/03/announcement/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat untuk Ayah</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/09/27/45/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/09/27/45/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 04:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[untuk ayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Dear all,, Kejadian di bawah ini bisa jadi pelajaran bagi orang tua (terutama Ayah) yang memiliki anak (terutama gadis). Semoga bermanfaat. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah,ya.. mungkin tidak terlalu cerah untuk seorang Ayah yang kebetulan memeriksa kamar putrinya.. Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop yang bertuliskan untuk Ayah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=45&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/09/sleeep.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-46" title="sleeep" src="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/09/sleeep.jpg?w=109&#038;h=96" alt="" width="109" height="96" /></a>Dear all,,</p>
<p>Kejadian di bawah ini bisa jadi pelajaran bagi orang tua (terutama Ayah) yang memiliki anak (terutama gadis).</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<span id="more-45"></span></p>
<p>Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah,ya..</p>
<p>mungkin tidak terlalu cerah untuk seorang Ayah yang kebetulan memeriksa kamar putrinya..</p>
<p>Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop yang bertuliskan untuk Ayah diatas kasurnya..</p>
<p>perlahan dia mulai membuka surat itu..</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Ayah tercinta,</p>
<p>Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal.</p>
<p>Saat Ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah.</p>
<p>Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia..</p>
<p>Ayah juga pasti akan setuju</p>
<p>meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat di tubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya.</p>
<p>Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua ( aku pikir zaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua).</p>
<p>Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia Ayah dari anak dalam kandunganku saat ini.</p>
<p>Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama.</p>
<p>Kami akan tinggal berpindah2, dia punya bisnis perdagangan Extacy yang sangat luas, dia juga telah meyakinkanku bahwa marijuana itu tidak terlalu buruk.</p>
<p>Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para Ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi Dia bisa segera sembuh. Aku tau dia juga punya cewek lain tapi aku percaya Dia akan setia pada ku dengan cara yang berbeda.</p>
<p>Ayah jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa menjaga diriku.</p>
<p>Salam</p>
<p>sayang untuk kalian semua.</p>
<p>Oh iya, berikan bonekaku untuk adik, dia sangat menginginkannya.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran,</p>
<p>sang Ayah membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya itu..</p>
<p>ps: Ayah.. tidak satupun dari yang aku tulis diatas itu benar, aku hanya ingin menunjukan ada ribuan hal yang lebih mengerikan daripada nilai rapotku yang buruk.</p>
<p>Kalau Ayah sudah menandatangani rapotku diatas meja, panggil aku ya&#8230;</p>
<p>Aku tidak kemana2, saat ini aku ada di tetangga sebelah. WUA&#8230;HA..HA&#8230;HA..</p>
<br />Posted in Joke, Renungan Tagged: Joke, nasehat, untuk ayah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=45&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/09/27/45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/09/sleeep.jpg?w=109" medium="image">
			<media:title type="html">sleeep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Best Friend??</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/08/02/best-friend/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/08/02/best-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 07:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah&#8230;&#8230;. Jadikan kami Sahabat Tanpa Sejati Jangan Suruh Takdir Datang Biar Kami Saja Yang Menjemputnya Tapi Nanti&#8230; Nanti saja Bila Segala Semua Sedia&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=22&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/fr7.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-36" src="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/fr7.jpg?w=102&#038;h=131" alt="" width="102" height="131" /></a></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Ya Allah&#8230;&#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><span style="text-decoration:line-through;">Jadika</span></span><span style="color:#ffff00;"><span style="text-decoration:line-through;">n ka</span></span><span style="color:#ffff00;"><span style="text-decoration:line-through;">mi Sahabat Tanpa Sejati</span></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><span style="text-decoration:line-through;">Jangan Suruh Takdir Datang</span></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><span style="text-decoration:line-through;">Biar Kami Saja Yang Menjemputnya Tapi Nanti&#8230;</span></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><span style="text-decoration:line-through;">Nanti saja Bila Segala Semua Sedia&#8230;.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/schatzran.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/schatzran.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=22&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/08/02/best-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/fr7.jpg?w=102" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Sebuah Karir Untuk Wanita</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/08/02/mahalnya-sebuah-karir-untuk-wanita/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/08/02/mahalnya-sebuah-karir-untuk-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 07:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Karir Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Ini ada cerita menyentuh dan inspiratif yang saya terima dari teman yang katanya berasal dari sebuah milis. Judul aslinya Mahalnya Sebuah Karir untuk Wanita dan penulisnya Sundari Nurhidajanti. Silakan dibaca untuk bahan renungan… Semoga bermanfaat… Saya seorang ibu dengan 2 orang anak, mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=20&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/wom1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-33" src="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/wom1.jpg?w=116&#038;h=116" alt="" width="116" height="116" /></a>Ini ada cerita menyentuh dan inspiratif yang saya terima dari teman yang katanya berasal dari sebuah milis. Judul aslinya <em>Mahalnya Sebuah Karir untuk Wanita</em> dan penulisnya Sundari Nurhidajanti.</p>
<p>Silakan dibaca untuk bahan renungan…<br />
Semoga bermanfaat…<span id="more-20"></span><br />
<span style="display:inline;"><br />
Saya seorang ibu dengan 2 orang anak, mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.</span></p>
<p>Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika. Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini. Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan.</p>
<p>Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami. Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba. Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak Begitu hebat pada putri kami. Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun. Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.</p>
<p>Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal. Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini. Dan ketika saya sakit saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname di rumah sakit selama 3 minggu. Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya &#8220;Hari ini Mama sakit di Rumah sakit, hanya itu saja.</p>
<p>Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul. Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya. Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya. Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka. Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian bahkan mungkin lebih. Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan urusan mereka. Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti &#8220;robot&#8221; yang terprogram untuk urusan kantor. Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya. Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya. Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat baik. Dan ayah pun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan. Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi?</p>
<p>Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan. Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.</p>
<p>Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan &#8220;kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas&#8221; selalu menjadi patokan saya. Sampai akhirnya semua terjadi dan di luar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.</p>
<p>Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba. Dan saya tidak mengetahuinya!!! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga. Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.</p>
<p>Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya. Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit. Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit. Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya. Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya! menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia. Tragis!</p>
<p>Dan sebuah foto &#8220;keluarga&#8221; di dinding kamar Maya sering saya amati Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah. Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren. Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya. Dan difoto &#8220;keluarga&#8221; itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama. Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya.</p>
<p>Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta. Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah.</p>
<p>Maya menulis:<br />
&#8220;Ya Allah kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat sholat, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur&#8230;&#8230;&#8230;Ya Allah, Maya kangen banget sama bik Inah.&#8221;</p>
<p><em>Astagfirullah</em> bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah? Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu. Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.</p>
<p>Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya. Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan &#8220;prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya&#8221;. Biarkan saya seorang yang mengalaminya. Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy dan mencoba aktif ikut di pengajian-pengajian untuk menentramkan hati saya. Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua. Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya. Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.</p>
<p>Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni. Dan semoga Allah mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada saya. Dan di setiap berdoa saya selalu memohon &#8220;Ya Allah seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Allah, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu.&#8221;</p>
<p>Semoga Allah mengabulkan doa saya&#8230;<br />
Wallahualam&#8230;</p>
<p><span style="color:#cc33cc;">GOD hears more than u say, GOD answers more than u ask &amp; GOD gives more than u desire; realized it.</span></p>
<p>Sumber : kampungantenan.blogspot.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/schatzran.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/schatzran.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=20&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/08/02/mahalnya-sebuah-karir-untuk-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/wom1.jpg?w=116" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mis Understanding</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/24/mis-understanding/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/24/mis-understanding/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 00:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen english]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Lumayan lah buat belajar nulis cerita,,sekalian memperbaiki Englishnya walaupun masih amatiran Arisa ran her hands througs her hair, “Oh my God, I forgot doing my home work! How that can be happened?” “You are strange. You have known that you forgot, why do you ask?” suddenly Arisa’s best friend, Nasuha, come in with a letter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=12&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/bola.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-39" src="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/bola.jpg?w=118&#038;h=118" alt="" width="118" height="118" /></a><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Lumayan lah buat belajar nulis cerita,,sekalian memperbaiki Englishnya walaupun masih amatiran <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span id="more-12"></span><span style="font-family:&quot;">Arisa ran her hands througs her hair, “Oh my God, I forgot doing my home work! How that can be happened?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“You are strange. You have known that you forgot, why do you ask?” suddenly Arisa’s best friend, Nasuha, come in with a letter in her hand.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“What is letter do you bring?” Arisa said. “Hmmm, you will make believe that you are sick, right?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Yes” Nasuha smile. “Eh.. No, I am not” her correct herself, quickly.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“So, what is letter?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Love letter” with shy face, Nasuha gave her letter to Arisa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Oh, thanks. For me? Is it from him? Oh my God, I am surprised, unbelievable that he…”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Huu… don’t be confident!” Nasuha cut Arisa’s talking, “That letter is not for you!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“So, who is it for?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Kevin.” Nasuha smile and shy</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Oh, Kevin” Arisa nodded, “Yeah… Good luck girl”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Good luck what?!” Nasuha said, “I just want to ask you to help me to put this letter in kevin’s locker”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“HAH..?!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Please…” Nasuha requested. “You know, right? I am so shy.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Huu… Don’t be lier” Arisa said “Hmmm, Ok! I will do that. But what will you give to me for this?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“HAH..?! are you sure? You will do that for me? Bribery is easy for me.” Nasuha surprised because it was not easy to persuade Arisa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Yes, I do” Arisa said to make sure, “But just put this letter, right? Not more!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Yes, that is more enough for me. Thanks a lot honey…” so Nasuha went back to her chair.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Sound of bell heard loudly ignoring the screaming of Arisa because she not do her home work yet.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">AFTER SCHOOL</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Dare you, I get punish because of you this morning” Arisa complain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Blame you self, why don’t you do your home work?” Nasuha asked.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Ok! Who disturb me when I will do my home work?” Arisa said</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Nasuha just smiled. But deep in side of her heart, she stayed awake. She was afraid if Arisa changed her mind and she did not help her to put her letter in Kevin’s locker. “Alright, alright. Next time if you have home work and forget to do it, let me do it for you. But now you must verify your appointment. Here is a letter.” Nasuha said happily then she gave her letter. “We wait until the locker is room empty.” Nasuha wishpered.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">A FEW MINUTES LATER</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“The number of Kevin’s locker is 403, don’t be wrong!” Nasuha said with spirit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Yee… you have asked me and now you threat me? Dare you”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Don’t much complain!” Nasuha smiled and pulled Arisa’s hands to the locker room.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Where is his locker room?” Arisa asked when they arrived.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“There! Hurry up! Go!” Nasuha pushed Arisa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><span> </span>“Patient, ok! It is not my wrong if the lockers in our school made all the same.” Arisa looked about repeatedly searching Kevin’s locker. “Oh here is!!”. Just second Arisa’s hand moved to Kevin‘s locker, suddenly one side the door of the locker room opened (There were two doors the locker room)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Lho, Arisa “</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Kevin !!!” Arisa shocked when Kevin came. She looked like a stupid girl and look so nervous. That possible because if we are found out by people put love letter to someone locker, it would make so shy. Even if we are found out by that person, it would make more shy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“What are you doing here?” Kevin asked and tried to keep his smile.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Oh, no, I just… just…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“What is that? Love letter, right? Who is it for? Hopely that is for me”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Ah… Eh…” Arisa speachless. “Ng… this letter, this letter, not…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Kevin laughed loudly. “Alright, alright. Don’t be care about this letter. I put it on the rubbish pile,ok.” Kevin took Nasuha‘s letter on Arisa‘s hand and he put the letter into the rubbish!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“Ah..!! Don’t !! That..”</span><a href="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/fs3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-43" src="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/fs3.jpg?w=116&#038;h=116" alt="" width="116" height="116" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“It is alright, don’t worry. Now I be here with you, so you don’t have to send me A letter, right? Actually, I have liked you for A long time. Just, I don’t really sure, do you have the same feeling as me. So during the time I am always doubt to talk to you. But after this day, I am more confident” Kevin smile sweet “Would you like to be my girl friend?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Arisa stupefied, so she pierced Nasuha who was pale in the corner.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">Oh my God it is a Big Mistake</span></span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/schatzran.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/schatzran.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=12&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/24/mis-understanding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/bola.jpg?w=118" medium="image" />

		<media:content url="http://schatzran.files.wordpress.com/2008/08/fs3.jpg?w=116" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Etika kerja dalam Islam</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/17/etika-kerja-dalam-islam/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/17/etika-kerja-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 13:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[tarbiyah2008.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=8&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh: Abi Ummu Salmiyah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Pengertian Kerja</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span>Pengertian kerja dalam Islam dapat dibagi dalam dua bagian. <strong>Pertama, kerja dalam arti luas (umum), </strong>yakni<strong> </strong><span> </span>semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi atau nonmateri, intelektual atau fisik, maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniaan atau keakhiratan. Jadi dalam pandangan Islam pengertian kerja sangat luas, mencakup seluruh pengerahan potensi yang dimiliki oleh manusia.<span id="more-8"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Kedua, kerja dalam arti sempit (khusus),</strong> yakni kerja untuk memenuhi tuntutan hidup manusia berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal (sandang, pangan dan papan) yang merupakan kewajiban bagi setiap orang yang harus ditunaikannya, untuk menentukan tingkatan derajatnya, baik di mata manusia, maupun dimata Allah SWT.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dalam melakukan setiap pekerjaan, aspek etika merupakan hal mendasar yang harus selalu diperhatikan. Seperti bekerja dengan baik, didasari iman dan taqwa, sikap baik budi, jujur dan amanah, kuat, kesesuaian upah, tidak menipu, tidak merampas, tidak mengabaikan sesuatu, tidak semena–mena (proporsional), ahli dan professional, serta tidak melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan hukum Allah atau syariat Islam (al-Quran dan Hadits).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><br />
Pertama, melakukan pekerjaan dengan baik.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Di dalam al-Quran Allah SWT berfirman:<br />
<em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:'(normal text)';">“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</span></em><span style="font-family:'(normal text)';"> (QS. Al-Mu’minuun [23] : 51).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-family:'(normal text)';">“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”</span></em><span style="font-family:'(normal text)';"> (TQS. Al-Baqarah [2] : 172).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dalam Hadits Rasulullah saw bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">“Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang di antara kamu yang melakukan suatu pekerjaan dengan baik (ketekunan).” (HR. Al Baihaqi).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dalam memilih seseorang untuk diserahi suatu tugas, Rasulullah saw melakukannya secara selektif, di antaranya dilihat dari segi keahlian, keutamaan, dan kedalaman ilmunya. Beliau juga selalu mengajak mereka agar tekun dalam menunaikan pekerjaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Kedua, takwa dalam melakukan pekerjaan.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Al-Quran banyak sekali mengajarkan kita agar takwa dalam setiap perkara dan pekerjaan. Jika Allah SWT ingin menyeru kepada orang-orang mukmin dengan nada panggilan seperti “wahai orang-orang yang beriman,” biasanya diikuti oleh ayat yang berorientasi pada kerja dengan muatan ketakwaan. Di antaranya, “keluarkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu.” “Janganlah kamu ikuti/rusak sedekah-sedekah (yang telah kamu keluarkan) dengan olokan-olokan dan kata-kata yang menyakitkan.” “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwlah kamu kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:'(normal text)';">“…. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah [2] : 197).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:'(normal text)';">“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (TQS. Al-A’raf [7] : 26).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="left">Kerja mempunyai etika yang harus selalu diikutsertakan didalamnya, oleh karena kerja merupakan bukti adanya iman dan parameter bagi pahala dan siksa. Hendaknya para pekerja dapat meningkatkan tujuan akhirat dari pekerjaan yang mereka lakukan, dalam arti bukan sekedar memperoleh upah dan imbalan, karena<span> </span>tujuan utama kerja adalah demi memperoleh keridhaan Allah SWT sekaligus berkhidmat kepada umat. Etika bekerja yang disertai dengan ketakwaan merupakan tuntunan Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="left"><strong><br />
Ketiga, adanya sikap baik budi, jujur dan amanah, kesesuaian upah,<span> </span>tidak menipu, merampas, mengabaikan sesuatu, dan semena–mena. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Pekerja harus memiliki komitmen terhadap agamanya, memiliki motivasi untuk menjalankan kewajiban–kewajiban Allah, seperti bersungguh-sungguh dalam bekerja dan selalu memperbaiki muamalahnya. Disamping itu, mereka harus mengembangkan etika yang berhubungan dengan masalah kerja sehingga menjadi suatu tradisi kerja yang didasarkan pada prinsip–prinsip agama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Cara seperti ini mempunyai dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Akhlak Islam tidak tergantung pada manusia bekerja atau tidak bekerja, namun akhlah Islam lahir dari aqidah Islam, konsisten pada ajaran–ajaran Islam serta bertalian dengan halal dan haram.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Keempat, adanya keterikatan individu terhadap diri dan kerja yang menjadi tanggung jawabnya. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Sikap ini muncul dari iman dan rasa takut individu terhadap Allah. Kesadaran ketuhanan dan spiritualitasnya mampu melahirkan sikap–sikap kerja positif. Kesadaran bahwa Allah melihat, mengontrol dalam kondisi apapun, serta akan menghisab seluruh amal perbuatannya secara adil dan fair, kemudian akan membalasnya dengan pahala atau siksaan di dunia. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Allah SWT berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:'(normal text)';">“Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,” (QS. Al-Kahfi [18] : 2).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kesadaran inilah yang menuntut untuk bersikap cermat dan bersungguh–sungguh dalam bekerja, berusaha keras memperoleh keridhaan Allah, dan memiliki hubungan yang baik dengan relasinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dewasa ini sikap semacam itu telah banyak dilupakan orang. Hal ini disebabkan karena lemahnya komitmen terhadap agama dan kurangnya konsistensi terhadap ajaran–ajarannya. Oleh karenanya, harus diupayakan penanaman ketakwaan dalam hati dan jiwa manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Kelima, berusaha dengan cara halal dalam seluruh jenis pekerjaan. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Rasulullah saw pernah ditanya tentang pekerjaan yang paling utama. Beliau menjawab : “Jual beli yang baik dan pekerjaan seorang laki–laki dengan tangannya sendiri “. (H.R Abu Ya’la).<strong> </strong>Selanjutnya Rasulullah saw bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">“Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Baik, mencintai yang baik, dan tidak menerima (sesuatu) kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang–orang mukmin sesuatu yang diperintahkan kepada para utusan-Nya.” (H.R Muslim dan Tirmidzi)<strong>. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:'(normal text)';">“Mencari yang halal adalah wajib bagi setiap muslim.” (H.R Ath Thabrani)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:'(normal text)';">“Empat hal sekiranya ada pada diri anda maka sesuatu yang tidak ada pada diri<span> </span>anda (dari hal keduniaan) tidak membahayakan anda, yaitu menjaga amanah, berbicara benar, berperagai baik, dan iffah dalam hal makanan.” (HR. Ahmad dan Ath Thabrani).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span dir="rtl"> </span><br />
<strong>Keenam, dilarang memaksakan (memforsir) seseorang, alat–alat produksi, atau binatang dalam bekerja. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Semua harus dipekerjakan secara proporsional dan wajar, misalnya tidak boleh mempekerjakan buruh atau hewan secara zhalim. Termasuk didalamnya penggunaan alat–alat produksi secara terus menerus. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atas dirimu.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Para ahli fiqih telah menegaskan pentingnya kasih sayang<span> </span>terhadap para pekerja dan hewan yang dipekerjakan. Mereka yang sadar amat memperhitungkan beban yang semestinya dipikul oleh para pekerja. Mereka melarang membebani binatang diluar kekuatannya. Mereka menyuruh para pekerja menurunkan barang–barang muatan dari atas punggung hewan yang mengangkutnya jika sedang istirahat, agar tidak membahayakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Demikian pula terhadap alat–alat produksi, agar tidak dipergunakan secara terus menerus tanpa ada waktu istirahat, guna mengurangi kerusakan yang terlalu cepat, apalagi jika alat–alat tersebut milik umum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Ketujuh, Islam tidak mengenal pekerjaan yang mendurhakai Allah.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dalam bekerja tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam seperti memeras bahan–bahan minuman keras, sebagai pencatat riba, pelayan bar, pekerja seks komersial (PSK), Narkoba, dan bekerja dengan penguasa yang menyuruh kejahatan seperti membunuh orang dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Rasulullah saw bersabda :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">“Tidak ada ketaatan terhadap makhluk untuk mendurhakai Sang Pencipta.” (HR. Ahmad bin Hambal dalam Musnad-Nya dan Hakim dalam Al Mustadraknya, kategori hadits shahih)<strong>.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><br />
Kedelapan, kuat dan dapat dipercaya (jujur) dalam bekerja. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Baik pekerja pemerintah, swasta, bekerja pada diri sendiri, ataukah di umara, para hakim, para wali rakyat, maupun para pekerja biasa, mereka adalah orang–orang yang disebut <strong><em>“pegawai tetap”</em></strong>. Begitupun kelompok pekerja lain, seperti tukang sepatu, penjahit, dan lainnya ; atau para pedagang barang–barang seperti beras; atau para petani, mereka juga harus dapat dipercaya dan kuat, khususnya mereka mandiri dalam kategori terakhir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Allah SWT berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-family:'(normal text)';">“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”</span></p>
<p><strong>Kesembilan, bekerja secara profesional (ahli). </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Aspek profesionalisme ini amat penting bagi seorang pekerja. Maksudnya adalah kemampuan untuk memahami dan melaksankan pekerjaan sesuai dengan prinsipnya (keahlian). Pekerja tidak cukup hanya dengan memegang teguh sifat–sifat amanah, kuat, berakhlaq dan bertakwa, namun dia harus pula mengerti dan menguasai benar pekerjaannnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Umar ra. sendiri pernah mempekerjakan orang dan beliau memilih dari mereka orang–orang yang profesional dalam bidangnya. <span> </span>Bahkan Rasulullah saw mengingatkan: “Bila suatu pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (al-Hadits).</p>
<p>Jadi tanpa adanya profesionalisme atau keahlian, suatu usaha akan mengalami kerusakan dan kebangkrutan. Juga menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas produksi, bahkan sampai pada kesemrawutan manajemen, serta kerusakan alat–alat produktivitas. Hal–hal ini tentunya jelas akan menyebabkan juga terjadinya kebangkrutan total yang tidak diinginkan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/schatzran.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/schatzran.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=8&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/17/etika-kerja-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Memuliakan Wanita</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/17/islam-memuliakan-wanita/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/17/islam-memuliakan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 13:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://schatzran.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[tarbiyah2008.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=6&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center">Oleh: Najmah Saiidah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:'Courier New';"> </span>Islam sering dituding sebagai agama yang tidak memihak wanita karena sebagian aturan-aturannya dianggap mengekang kebebasan kaum wanita. Aturan-aturan Islam <em>klasik</em> dianggap terlalu maskulin atau male-biased, cenderung bias jender, yang menempatkan wanita pada posisi nomor dua setelah kaum pria. Karenanya, aturan-aturan Islam dianggap tidak relevan dengan kondisi saat ini, karena bertentangan dengan konsep kesetaraan; seperti hukum-hukum yang berkaitan dengan waris, poligami, kepemimpinan laki-laki dalam keluarga, nafkah, pakaian Muslimah; apalagi kepemimpinan laki-laki dalam negara yang jabatan ini memang diharamkan bagi wanita. Betulkah demikian??? Tulisan mencoba menjawabnya.<strong>Bagaimana Islam Memandang Wanita?</strong><span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Islam merupakan dîn yang sempurna. Seluruh ajarannya bersumber dari wahyu Ilahi yang tidak akan berubah sampai kapanpun. Allah Swt. telah memberikan aturan-aturan dengan rinci. Dengan aturan-aturan itu, seluruh problem hidup makhluk-Nya dalam situasi dan kondisi apapun dapat diselesaikan dengan memuaskan tanpa ada satu pun yang dirugikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Aturan-aturan Islam senantiasa memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia. Sebab, Islam lahir dari Zat Yang menciptakan manusia; Dia Mahatahu atas hakikat makhluk yang diciptakan-Nya. Islam memandang bahwa kebahagiaan dan kemuliaan seseorang tidak diukur dari materi yang dapat dihasilkan. Islam memandang kemuliaan seseorang, baik pria maupun wanita, dari ketakwaannya, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p><em>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.</em> <strong>(QS al-Hujurat [49]: 13).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Ayat ini dengan sangat transparan menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di hadapan Allah adalah karena ketakwaannya dan ketundukannya terhadap aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya, bukan karena kedudukannya dalam masyarakat, jenis pekerjaan, atau jenis kelaminnya..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Islam memandang bahwa wanita adalah sosok manusia dengan seperangkat potensi yang ada pada dirinya. Sebagaimana pria, wanita dibekali potensi berupa akal, naluri (untuk beragama, melestarikan keturunan dan mempertahankan diri), serta kebutuhan jasmani sebagai sarana untuk mengabdi kepada Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, Allah memberikan hak dan kewajiban yang sama antara pria dan wanita; seperti kewajiban shalat, puasa, zakat, haji, amar makruf nahi mungkar dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Akan tetapi, adakalanya syariat Islam menetapkan adanya pembebanan hukum (hak dan kewajiban) yang berbeda bagi pria dan wanita. Kewajiban mencari nafkah <span> </span>dibebankan kepada kaum pria, tidak kepada wanita; masalah perwalian juga diserahkan hanya kepada kaum pria. Demikian pula dengan kepemimpinan dalam negara; jabatan kekuasaan ataupun pengaturan urusan umat secara langsung diberikan kepada kaum pria dan diharamkan kepada wanita. Sedangkan masalah kehamilan, penyusuan, pengasuhan anak, serta peran dan fungsi lain sebagai ibu dan pengatur rumahtangga <em>(ummu wa rabbah al-bayt)</em> dibebankan kepada wanita saja dan tidak kepada pria.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Semua pembedaan di atas tidak bisa dipandang sebagai bentuk diskriminasi atau ketidakadilan syariat Islam terhadap kaum wanita. Sebab, jika dicermati, pembedaan tersebut karena memang ada perbedaan tabiat fitri yang dimiliki oleh masing-masing, di samping menyangkut peran dan posisi masing-masing dalam keluarga dan masyarakat. Justru pembedaan ini merupakan cerminan dari kemahadilan dan kemahamurahan Sang Pencipta kepada ciptaannya. Karenanya, dengan pembedaan ini, pria maupun wanita dituntut untuk saling mengisi dan berbagi dalam mengemban amanah sebagai hamba Allah, yang semuanya harus bermuara pada tujuan yang sama, yaitu meraih ridha Allah Swt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Islam Melindungi dan Mencerdaskan Wanita</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Tidak sedikit orang, terutama kaum feminis, yang memandang bahwa sebagian aturan-aturan Islam membatasi ruang gerak atau mengekang kaum wanita. Hal ini didasarkan pada adanya hadis-hadis yang sepintas lalu memang terlihat seperti itu. Akan tetapi, jika kita perhatikan dengan cermat, justru Islam sangat melindungi dan menjaga kehormatan wanita. Lihat, misalnya, ayat al-Quran mengenai aturan memakai kerudung dan jilbab; juga hadis tentang safar ataupun keharusan seorang istri meminta izin kepada suaminya ketika ia harus keluar rumah, dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Allah Swt. berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Janganlah mereka menampakkan perhiasannya selain yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kerudung (khimar) ke bagian dada mereka.</em> <strong>(QS an-Nur [24]: 31).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita Mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu. </em><strong>(QS al-Ahzab [33]: 59).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kedua ayat ini memerintahkan wanita untuk menutup aurat dan memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangannya agar mereka tidak menampakkan tempat-tempat perhiasannya. Jelas, bahwa Islam sangat melindungi dan menjaga kehormatan wanita dengan memerintahkannya untuk menutup tempat-tempat perhiasannya sehingga terhindar dari gangguan orang-orang yang akan mengganggu atau menyakitinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Sementara itu, Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Tidak boleh seorang Laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita dan tidak boleh seorang wanita melakukan perjalanan/safar (selama sehari semalam), kecuali jika disertai mahram-nya.</em> <strong>(HR al-Bukhari).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span> </span>Rasulullah saw. juga pernah bersabda:</p>
<p><em>Tidak halal seorang wanita berpuasa (sunnah), sementara suaminya menyaksikannya, kecuali dengan izinnya. Tidak halal baginya mengizinkan masuk (kepada orang lain) di rumahnya, kecuali dengan izin suaminya. Tidak halal pula baginya membelanjakan harta suaminya tanpa seizin suaminya, karena sesungguhnya harta yang ia belanjakan tanpa seizin suaminya harus ia kembalikan kepadanya separuhnya.</em><strong> (HR al-Bukhari).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Banyak hadis lain yang memerintahkan para suami untuk memperlakukan istrinya dengan makruf dalam kehidupan rumah tangga; juga larangan berkhalwat (berdua-duaannya seorang pria dengan seorang wanita), kecuali ditemani mahram.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Semua itu semata-mata bertujuan untuk melindungi dan menjaga kehormatan wanita, bukan mengekang kebebasan para wanita sebagaimana yang dituduhkan. Sebab, Islam tidak pernah melarang wanita keluar rumah atau bahkan bekerja atau beraktivitas di luar rumah selama terpenuhi seluruh ketentuan-ketentuan Islam atasnya, juga selama ia tidak melalaikan kewajiban utamanya sebagai ibu dan pengelola rumahtangga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Di samping itu, wanita adalah bagian dari masyarakat. Sebagaimana kaum pria, ia pun bertanggung jawab terhadap corak kehidupan masyarakat serta sehat-sakitnya masyarakat. Apalagi wanita (ibu) adalah pendidik yang pertama dan utama. Di tangannyalah terbentuk generasi handal harapan umat; di tangannya pula tergenggam masa depan umat, karena ia adalah tiang negara, yang menentukan tegak atau runtuhnya sebuah negara/masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Karenanya, Islam sangat mendorong para wanita untuk senantiasa tanggap terhadap segala sesuatu yang ada di sekelilingnya (sadar politik). Mereka juga terus didorong untuk membekali diri dengan pemahaman Islam sehingga mampu menyelesaikan seluruh problem yang ada di sekelilingnya dengan benar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Senantiasa tersimpan dalam benak kita, betapa Rasulullah saw. tidak pernah membedakan para wanita dalam mendapatkan ilmu. Rasulullah saw. bahkan menyediakan waktu dan tempat tersendiri untuk kajian kaum wanita atau mengutus orang-orang tertentu untuk mengajari para wanita bersama mahram-nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Sangatlah jelas, bahwa Islam mencerdaskan kaum wanita, karena ia adalah juga bagian dari warga negara sebagaimana kaum pria; keduanya bertanggung jawab untuk membawa umatnya ke keadaan yang lebih baik.</p>
<p><strong>Islam Memuliakan Wanita</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Ketika Islam datang ke muka bumi ini dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw., sebenarnya telah sangat nyata bahwa Islam meninggikan derajat kaum wanita. Islam mencela dengan keras tradisi Jahiliah, di antaranya mengubur hidup-hidup anak perempuan yang baru dilahirkan atau pewarisan istri ayah kepada anak laki-lakinya. Celaan Islam atas perilaku Jahiliah tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan dan meninggikan derajat kaum wanita. Allah Swt. berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Jika seseorang dari mereka dikabari dengan (kelahiran) anak perempuan, merah-padamlah mukanya, dan ia sangat marah. Ia bersembunyi dari orang banyak disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dan menanggung kehinaan atau menguburkannya ke dalam tanah hidup-hidup? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.</em> <strong>(QS an-Nahl [16]: 58-59).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Rasul saw. juga bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra.:</p>
<p><em>Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah,”Siapa orang yang paling berhak diperlakukan dengan baik”. Rasul menjawab; ”Ibumu, ibumu, ibumu; lalu bapakmu; baru kemudian kepada orang yang lebih dekat dan seterusnya”.</em> <strong>(HR Muslim).</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dari beberapa hadis di atas dapatlah dipahami, bahwa Islam benar-benar menghargai dan memuliakan kaum hawa. Banyaknya pujian yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya terhadap kaum wanita mengandung makna bahwa Islam meninggikan derajat kaum wanita; sedikitpun tidak menempatkan wanita pada posisi nomor dua setelah laki-laki. Artinya, Islam tidak pernah berlaku tidak adil kepada wanita. Ketika Allah dan Rasul-Nya mengharamkan wanita duduk pada jabatan kekuasaan, tidak berarti bahwa Islam menempatkan wanita pada posisi warga negara nomor dua setelah laki-laki. Sebab, dalam pandangan Islam, posisi apapun seseorang, apakah sebagai rakyat ataupun penguasa adalah sama, yang satu tidak lebih tinggi dari yang lain. Keduanya sebagai hamba Allah yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing; penguasa sebagai pelaksana aturan-aturan Allah secara langsung, sedangkan rakyat sebagai pengontrol jalannya pemerintahan dan pengoreksi penguasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Adanya perbedaan ini tidak berarti yang satu lebih tinggi atau lebih mulia dari yang lain. Semua ini ditetapkan Allah sesuai dengan fitrahnya masing-masing; semata-mata demi kemaslahatan dan kelanggengan hidup manusia. Sebab, nilai kemuliaan seseorang di mata Allah tidak diukur dari jenis kelaminnya, tetapi karena ketakwaan dan ketundukkanya kepada-Nya. Keberadaan keduanya di dunia ini adalah sebagai makhluk Allah yang saling melengkapi dalam menjalani kehidupan, dengan pembagian peran yang jelas dan seimbang serta tetap mengacu pada aturan yang telah Allah berikan. Dengan itulah manusia, baik pria maupun wanita, dapat meraih kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/schatzran.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/schatzran.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=6&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/17/islam-memuliakan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/04/hello-world/</link>
		<comments>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=1&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/schatzran.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/schatzran.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/schatzran.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/schatzran.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/schatzran.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/schatzran.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/schatzran.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/schatzran.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/schatzran.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/schatzran.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/schatzran.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/schatzran.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/schatzran.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/schatzran.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/schatzran.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/schatzran.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=schatzran.wordpress.com&amp;blog=4139275&amp;post=1&amp;subd=schatzran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://schatzran.wordpress.com/2008/07/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8072da9985d011124287cb2cd2fa6eee?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ran</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
